Pemanfaatan ICT Yang Cerdas, Beretika dan Berbudi Luhur

  • Admin Balai 2
  • 12 Sep 2021
Pemanfaatan ICT Yang Cerdas, Beretika dan Berbudi Luhur

Perkembangan ICT yang semakin pesat serta tanpa mengenal tempat dan waktu sudah bagai pedang bermata dua diamana telah membawa kita pada titik kritis jika tidak disikapi dengan bijak karena selain membawa dampak positif yang besar, ICT juga memberikan dampak negatif yang besar dan beragam.

Pemanfaatan ICT telah memasuki segala aspek kehidupan termasuk pada bidang pemerintahan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya demi meningkatkan kinerja. Keberadaan ICT yang semakin canggih memberikan kemudahan di berbagai bidang pekerjaan mulai dari perekrutan, kepegawaian, keuangan, pekerjaan teknis, bahkan dalam koordinasi-komunikasi pelaksanaan pekerjaan maupun antar pegawai maupun antara bawahan dan pimpinan. Selain untuk penggunaan internal, ICT telah menjadi media untuk menampilkan dirinya dalam meningkatkan image serta mendekatkan diri dengan para stakeholdernya.

Selain memberikan manfaat besar, ICT hari ini juga membawa banyak pilihan yang bisa berdampak negatif meliputi berbagai aspek. Dengan makin luasnya informasi yang tersimpan membuat pembobolan data untuk merusak sistem atau untuk mengambil keuntungan semakin marak terjadi. Berbagai berita hoax dan provokatif yang melanda pejabat publik dan atau institusi yang bisa merusak kepercayaan publik sering kita dengar. Korupsi waktu merupakan akibat buruk yang lain, dimana banyak pegawai menggunakan ICT sebagai sarana hiburan atau untuk mengikuti hobinya akan tetapi dilakukan dan banyak memakai jam kerja. Selain hal-hal di atas, masih banyak dampak negatif lain yang perlu mendapat perhatian.

Untuk mengatasi berbagai dampak negatif tersebut di atas, kita harus memanfaatkan ICT dengan cerdas. Pemanfaat ICT harus sesuai dengan tujuannya yakni untuk memberikan kemudahan sehingga pekerjaan bisa selesai lebih cepat dan lebih banyak. Kita juga perlu memilah dan memilih mana yang teknologi yang kita perlukan dan mana yang tidak. Dengan tidak terlalu mengekspos berbagai informasi penting serta kegiatan harian karena akan memunculkan kesempatan bagi para orang jahat yang mengambil keuntungan dari hal tersebut, merupakan pilihan cerdas lainnya.

Penggunaan data dan informasi yang tidak sesuai dengan tujuannya tidak hanya dilakukan oleh pengguna di luar sistem. Keingintahuan yang tidak pada tempatnya sering menjadi alasan untuk membobol akun orang lain. Penggunan komputer untuk tujuan pribadi, sementara pegawai lain harus menunggu di tengah keterbatasan fasilitas juga jamak terjadi. Penggunaan perangkat lunak bajakan dan atau memasuki situs-situs terlarang merupakan pintu masuknya program-program perusak. Kebolehjadian hal-hal di atas dimungkinkan jika pengguna sistem tidak memahami hak, kewajiban dan tanggung jawabnya dalam pemanfaatan teknologi informasi. Sehingga dengan demikian, untuk meminimalisir kemungkinan kejadian-kejadian di tersebut, sikap yang beretika harus kita kedepankan dalam penggunaan ICT.

Laju perkembangan ICT yang pesat menuntut biaya mahal dan pengetahuan yang memadai. Sebagai akibat, di berbagai institusi seringkali tidak semua pegawai mendapatkan fasilitas yang sama. Sebaliknya, banyak juga pegawai yang mendapatkan fasilitas akan tetapi tidak memahami bagamana penggunaannya. Dengan keterbatasan itu, diperlukan sikap kebudiluhuran dari semua pegawai. Sikap pertama yang harus diambil adalah dengan mensyukuri fasilitas ICT yang sudah ada. Dengan demikian akan tumbuh rasa rendah hati dan tanggung jawab dalam pemanfaatan dan untuk merawat. Selain itu kesopanan dan toleransi dengan sesama pegawai perlu ditumbuhkan untuk mendahulukan penggunaan yang lebih penting. Untuk memberdayakan semua pegawai diperlukan sikap mengasihi dan pertolongan untuk membimbing pegawai lain yang masih kurang memahami perkembangan dan penggunaan ICT yang ada.

Dengan memahami uraian di atas, kita bisa melihat bahwa sikap cerdas, beretika dan berbudi luhur harus kita terapkan dalam pemanfaatan ICT. Jika sikap-sikap tersebut kita terapkan, niscaya kita akan mendapatkan manfaat optimal yang pada akhirmya akan meningkatkan kinerja, baik kinerja pribadi maupun kinerja institusi. (monang)

 

*)ditulis dalam rangka Tugas Akhir Matrikulasi Etika - Universitas Budi Luhur Jakarta

  • 03 Feb 2021, 15:25:38 WIB
  • 5.2 SR
  • 18 Km
  • 3.01 LS - 118.82 BT
  • 23 Okt 2021, 21:58:13 WIB
  • 4.6
  • 10 Km
  • 9.64 LS 119 BT
  • Pusat gempa berada di laut 5 km Tenggara SUMBABARATDAYA
  • Dirasakan (Skala MMI) : III-IV Tambolaka, III Waikabubak,
  • Selengkapnya →