Balai Besar MKG Wilayah II Sukses Menggelar Webinar Geo-Hydrometeorological Disaster: Learn and Prepare

  • Admin Balai 2
  • 09 Nov 2021
Balai Besar MKG Wilayah II Sukses Menggelar Webinar Geo-Hydrometeorological Disaster: Learn and Prepare

Tangerang Selatan - Selasa (9/11) Dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait potensi bencana Geo-hidrometeorologi, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II menyelenggarakan Seminar Online dengan mengusung tema Geo-Hydrometeorological Disaster: Learn and Prepare. Seminar online telah dilaksanakan pada tanggal 09 November 2021, dan dihadiri oleh 306 peserta, diantaranya termasuk stakeholder kebencanaan, para mahasiswa, rekan-rekan media, dan masyarakat umum.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Hendro Nugroho ST, MT selaku Kepala Balai MKG Wilayah. Kemudian sesi selanjutnya adalah Keynote Speech oleh Bapak Guswanto, M.Si selaku Deputi Bidang Meteorologi BMKG, yang dalam sambutannya menjelaskan mengenai posisi dan potensi bencana geohidrometeorologi yang ada di Indonesia, kejadian cuaca ekstrem yang terjadi, dan mitigasi yang dapat dilakukan

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tiga narasumber, yaitu Bapak Mohammad Nurhuda, ST selaku Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Serang, Bapak Yanuar Henry P, M.Si selaku Koordinator Bidang Informasi dan Observasi Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, dan Bapak Agung Sabtaji, M.Si Seismologist Balai Besar MKG Wilayah II. Berdasarkan hasil paparan, dapat diketahui beberapa hal diantaranya bahwa Wilayah Banten sangat berpotensi terjadi bencana hidrometeorologis. Penyebab utama bencana hidrometeorologis ini adalah cuaca ekstrim sehingga ketika terjadi cuaca ekstrim di wilayahnya maka masyarakat harus mewaspadai bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.

Disisi lain, La Nina memberikan dampak terhadap peningkatan curah hujan di provinsi Banten dan Jakarta, peningkatan curah hujan menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana hidrometeorologi. Untuk wilayah Banten, peningkatan CH>40% akibat La Nina perlu diwaspadai di bulan Januari (Lebak), Juni, Juli, Agustus (Tangerang), September & Oktober, sedangkan untuk wilayah Jakarta peningkatan CH>40% akibat La Nina perlu diwaspadai pada bulan Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober.

Perlu diketahui juga bahwa Indonesia merupakan daerah rawan gempa begitu juga Banten juga sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi yang menyebabkan getaran tanah dan menimbulkan dampak. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada terhadap kejadian gempa bumi di wilayahnya. Masyarakat harus mengetahui cara mitigasi gempa bumi dan mitigasi tsunami untuk meminimalisir dampak dari kejadian gempa bumi maupun tsunami. Hingga saat ini, gempa bumi belum dapat diprediksi, oleh karena itu jangan percaya dengan berita bohong (hoax).

Setelah dilakukan pemaparan oleh ketiga narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada akhir acara juga dilaksanakan sesi kuis berhadiah doorprize bagi lima orang dengan skor tertinggi, dimana antusiame peserta cukup tinggi. Harapannya, seminar online ini dapat menambah pengetahuan masyarakat, sehingga lebih teredukasi mengenai potensi bencana geohidrometeorologi yang ada disekitar dan bagaimana mempersiapkan diri terhadap potensi tersebut.

  • 03 Feb 2021, 15:25:38 WIB
  • 5.2 SR
  • 18 Km
  • 3.01 LS - 118.82 BT
  • 06 Des 2021, 21:24:11 WIB
  • 4.5
  • 15 Km
  • 7.74 LS 119.03 BT
  • Pusat gempa berada di laut 85 km TimurLaut Bima
  • Dirasakan (Skala MMI) : III Bima,
  • Selengkapnya →